perubahan pendapatan teori ekonomi mikro
MAKALAH TEORI EKONOMI MIKRO
( PERUBAHAN PENDAPATAN )
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah teori ekonomi
mikro
Dosen pengampu : Dr. Anton Bawono, M.Si.
Disusun
Oleh :
- Anis Setiyani ( 213-14-056 )
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) SALATIGA
FAKILTAS
EKONOMI BISNIS ISLAM S1
BAB I
PENDAHULUAN
1.
LATAR BELAKANG
Pendapatan
merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu masyarakat meningkatkan
pertumbuhan ekonominya. Pendapatan adalah total
penerimaan yang diperoleh pada periode tertentu. Dapat disimpulkan pula bahwa
pendapatan adalah sebagai jumlah penghasilan yang diterima oleh pada anggota
masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atau faktor-faktor
produksi yang telah disumbangkan.
Mengingat
konsep pertumbuhan ekonomi sebagai tolak ukur penilaian Pendapatan dan. Pertumbuhan
ekonomi sudah terlanjur diyakini serta diterapkan secara luas, maka kita tidak
boleh ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha mempelajari hakekat dan
sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebut. Oleh karena itu mempelajari
pendapatan adalah hal yang sangat penting bagi kita semua, karena para ekonom
dan politisi dari semua negara, baik negara-negara kaya maupun miskin, yang
menganut sistem kapitalis, sosialis maupun campuran, semuanya sangat
mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan ekonomi (economic growth).
Pendapatan menjadi aspek yang sangat penting dari
setiap bentuk usaha. Di Negara kita ini, berbagai sektor usaha seperti pertanian,
perkebunan, industri, pariwisata, perbankan dan masih banyak sektor yang lain
berlomba-lomba menghasilkan pendapatan yang tinggi guna menghidupi usaha yang
mereka jalani agar tetap bisa bertahan. Di lain sisi, kegiatan perekonomian
yang dilakukan oleh berbagai sektor tersebut juga akan memberikan pendapatan
bagi Negara.
2.
RUMUSAN MASALAH
1) Apakah yang dimaksud dengan pendapatan ?
2) Berasal darimana sajakah sumber pendapatan ?
3) Bagaimanakah peningkatan pendapatan terhadap
pembelian barang?
4) Apa
yang terjadi pada elastisitas pendapatan
?
3. TUJUAN
1) Mengetahui pengertian pendapatan
2) Mengetahui
sumber pendapatan
3) Mengetahui
dampak dari kenaikan pendapatan terhadap pembelian
4) Mengetahui presentasi perubahan jumlah barang yang
diminta sebagai akibat adanya perubahan pendapatan pada elastisitas pendapatan
BAB
II
PEMBAHASAN
1.
PENGERTIAN
Pendapatan
adalah total penerimaan yang diperoleh pada periode tertentu. Dapat disimpulkan
pula bahwa pendapatan adalah sebagai jumlah penghasilan yang diterima oleh pada
anggota masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atau
faktor-faktor produksi yang telah disumbangkan.
2. SUMBER PENDAPATAN :
a. Transaksi modal yang mengakibatkan adanya tambahan
dana yang ditanamkan oleh pemegang obligasi dan pemegang saham.
b. Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa produk
perusahaan seperti aktiva tetap, surat berharga atau penjualan anak/cabang
perusahaan.
c. Hadiah , sumbangan atau penemuan.
d. Penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran hasil
penjualan produk.
3. Peningkatan
Pendapatan terhadap Pembelian Barang
P : Price (Harga)
A : Keseimbangan konsumen 1
B : Keseimbangan konsumen 2
I : Income (Pendapatan)
Q : Quantity (Jumlah)
Bila pendapatan rata-rata masyarakat meningkat maka akan menggeser kurva permintaan kearah kanan
artinya dengan adanya kenaikan pendapatan jumlah barang yang diminta pada
tingkat harga tetap akan semakin banyak.
Pendapatan yang awalnya
I1 dibelanjakan barang dengan jumlah Q1 pada tingkat
harga P1. Ketika pendapatan naik menjadi I2 maka dapat
dibelanjakan barang dengan jumlah Q2 pada tingkat harga tetap. I1,
I2 semua paralel yang menandakan bahwa yang berubah hanya pendapatan,
bukan harga relatif barang Q.
4. Pengaruh
Perubahan Pendapatan Konsumen terhadap Keseimbangan Konsumen
ICC menggambarkan kombinasi produk yang dikonsumsi untuk memberikan kepuasan
(utilitas) maksimum kepada konsumen pada berbagai tingkat pendapatan (menggambarkan bagaimana
konsumen bereaksi terhadap pendapatan, seandainya harga-harga relatif tetap).
Kenaikan pendapatan di mana rasio harga relatif tetap akan menggeser garis
anggaran ke kanan sejajar dengan garis anggaran sebelumnya. Pergeseran garis
anggaran tersebut akan menggeser titik keseimbangan konsumen. ICC merupakan
garis yang menghubungkan berbagai titik
keseimbangan konsumen pada berbagai tingkat pendapatan.
Penurunan ICC adalah
kurva Engel. Kurva Engel menunjukkan beragam jumlah barang yang dibeli pada
tingkat pendapatan yang berbeda (hubungan antara jumlah pendapatan konsumen
dengan jumlah permintaan barang yang dikonsumsi). Misalnya kurva Engel barang
X, menunjukkan jumlah barang X per satuan waktu yang ingin dan sanggup dibeli
konsumen pada berbagai pendapatan yang diperolehnya.
5.
ELASTISITAS PENDAPATAN
Pada banyak individu, masyarakat maupun sebuah negara bila terjadi perubahan
pendapatan (ceteris paribus) akan mempengaruhi jumlah barang yang diminati. Elastisitas pendapatan
adalah presentasi
perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan pendapatan
(income) riil konsumen sebesar 1%.
Es =
x
Keterangan :
∆Q :
Perubahanjumlahpenawaran
∆P : perubahan harga barang
P :
harga barang mula-mula
Q :
jumlah penawaran mula-mula
Es
: elastisitas penawaran
|
Besaran
|
Pengaruh kenaikan pendapatan
|
Pengaruh penurunan pendapatan
|
Jenis barang
|
|
Es < 0
|
Jumlah barang yang di minta turun
|
Jumlah barang yang diminta naik
|
Inferior
|
|
0 <
Es<1
|
Jumlah barang yang di minta naik dengan % yang lebih rendah
|
Jumlah barang yang diminta turun dengan % yang lebih rendah
|
Kebutuhan pokok
|
|
Es > 1
|
Jumlah barang yang diminta naik dengan % lebih tinggi
|
Jumlah barang yang diminta turun dengan % lebih tinggi
|
Mewah
|
Contoh soal :
Sebuah rumah tangga
berpenghasilan Rp 100.000,- membeli gula 10 kg setiap bulannya. Pada waktu penghasilannya
naik menjadi Rp 150.000,- perbulan konsumsi gulanya naik menjadi 12kg.
Elastisitas (titik) pendapatan dari permintaan gula rumah tangga tersebut
adalah......
Penyelesaian
Es =
x
Es =
x
= 0,4 %
Karena kurang dari 1 indeks 0,4 maka Es < 1
(in Elastisitas) yang berarti bahwa adanya perubahan pendapatan sebesar 1% akan
mengakibatkan jumlah barang yang dibeli sebesar 0,4%.
6. MACAM
MACAM BARANG APABILA PENDAPATAN BERUBAH
a.
Barang Inferior
Barang inferior adalah
barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Apabila
pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap barang inferior akan
berkurang. Contoh: ubi kayu akan diganti oleh beras jika pendapatan naik.
b.
Barang Normal
Barang normal adalah
barang yang apabila terjadi perubahan pendapatan tidak akan mengurangi atau
menambah permintaan terhadap barang ini. Contoh : sembako, peralatan rumah
tangga.
c. Barang
Mewah
Jenis barang ini dibeli
apabila orang berpendapatan menengah ke atas atau tinggi. Contoh: mobil
d. Barang
Giffen
Salah satu barang yang bertentangan
dengan hukum permintaan, semakin tinggi harga barang giffen, jumlah yang
diminta akan semakin tinggipula. Sebaliknya jika harga barang giffen rendah, permintaannya
akan turun.
Contoh dari barang jenis ini adalah
makanan pokok berkualitas rendah ( Staple food ) seperti singkong, gaplek, dan
sebagainya. Permintaan akan barang giffen ini didorong oleh kemiskinan yang
membuat konsumen tidak mampu membeli barang yang lebih berkualitas.
7.
Efek Substitusi dan
Efek Pendapatan
Efek Substitusi adalah
perubahan konsumsi pangan yang diasosiasikan dengan perubahan harga pangan
dengan berpegang pada tingkat utilitas yang konstan. Efek substitusi meliputi
perubahan dalam konsumsi pangan yang terjadi akibat perubahan yang membuat
pangan relatif lebih murah daripada sandang.
Efek Pendapatan adalah
perubahan konsumsi pangan yang disebabkan oleh peningkatan daya beli, dengan
harga relatif konstan. Penurunan harga suatu barang menyebabkan pendapatan riil
bertambah, dan hal ini akan mendorong konsumen menambah jumlah barang yang
dibelinya. Akibat dari perubahan harga terhadap pendapatan ini disebut efek
pendapatan.
Penurunan harga pangan
berdampak baik pada pendapatan dan substitusi. Konsumen semula berada pada A
pada garis anggaran RS. Ketika harga pangan turun, konsumsi meningkat sebesar F1
ke F2 pada waktu konsumen bergerak ke B. Efek Substitusi F1
ke E (diasosiasikan dengan gerakan dari A ke D) mengubah harga relatif pangan
dan sandang, tetapi membuat pendapatan riil (kepuasan) konstan. Efek Pendapatan
E ke F2 (yang dihubungkan dengan gerakan dari D ke B) menjaga harga
relatif konstan tetapi meningkatkan daya beli.
BAB III
PENUTUP
Pendapatan adalah total
penerimaan yang diperoleh pada periode tertentu. Dapat disimpulkan pula bahwa
pendapatan adalah sebagai jumlah penghasilan yang diterima oleh pada anggota
masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atau faktor-faktor
produksi yang telah disumbangkan.
Faktor yang mempengaruhi pendapatan.
Berdasarkan
sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah adalah Barang inferior, barang normal, barang mewah. Perubahan pendapatan (ceteris paribus)
akan mempengaruhi jumlah barang yang diminati. Peningkatan
pendapatan juga mempengaruhi elastisitas
pendapatan. Elastisitas pendapatan adalah presentasi perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat
adanya perubahan pendapatan (income) riil konsumen sebesar 1%.
Semoga
makalah ini bermanfaat untuk para pembaca, apabila ada kekurangan dari penulis
dalam penyajian makalah ini mohon kritik dan sarannya.
DAFTAR PUSTAKA
Kunawangsih Pracoyo, Tri. Aspek Dasar Ekonomi Mikro. 2006. Jakarta : PT Grasindo
Sugiarto, Tedy Herlambang, Brastoro, dkk. 2002. Ekonomi Mikro. Jakarta : PT Gramedia
Pustaka Utama
PERTANYAAN
- Ratna Endah Nawangsih (213-14-061)
Berikan analisis Es = 0,4 %
Jawaban :
Indeks 0,4 maka Es < 1
(in Elastisitas) yang berarti bahwa adanya perubahan pendapatan sebesar 1% akan
mengakibatkan jumlah barang yang dibeli sebesar 0,4%.
- Bapak Anton
Berikan contoh lain dari barang giffen
Jawaban :
Pakaian bekas
Apabila harga pakaian bekas yang ditawarkan tinggi
maka permintaan akan barang ini juga tinggi. Mengapa? Karena konsumen berpikir
dengan harga yang tinggi kualitas barang tersebut juga baik walaupun pakaian
bekas.




MAAF MBAK SAYA MAU BERTANYA ITU CONTOH KURVA NYA MANA