tradisi dusun dliko indah

ASAL MULA DUSUN DLIKO INDAH
(Studi penelitian di dusun Dliko Indah)
Oleh :
Anis Setiyani
Mahasiswa Perbankan Syariah S1
IAIN Salatiga


Pendahuluan :
            Pada suatu pagi, seperti biasanya kesibukan terjadi di desa ini. Bapak-bapak sudah bersiap-siap untuk bekerja, ibu-ibu memulai aktivitas menyiapkan sarapan pagi untk anak-anaknya yang akan pergi kesekolah, dan ada pula warga lain yang sudah pergi kepasar untuk berdagang/kulakan.
            Desa ini bernama desa dliko indah. Desa ini diberi nama dliko indah karena menurut cerita orang dahulu, dulu ada sepasang kekasih yang berencana untuk menikah dan telah memiliki rumah untuk masa depannya kelak setelah menikah, tetapi belum juga acara pernikahan terwujud, orang tua pihak wanita tidak menyetujuinya. Wanita itu pun tetap pada pendiriannya untuk menikah dengan kekasihnya, namun apa yang terjadi akibat menentang orang tuanya saat perjalanan pulang dari bepergian wanita itu kecelakaan dan tewas seketika.
            Sehingga rumah tersebut yang sudah dibangunoleh kedua pasangan tersebut diberi nama Dliko indah. Dliko yang berarti rumah dan indah berarti sesuatu yang sangat nyaman.
            Dan disekitar desa dliko indah terdapat sungai kecil yang tidak pernah kekeringan walaupun musim kemarau dan tidak pernah banjir walaupun hujan deras. Sungai tersebut dianggap sungai rejeki yang terus mengalir yang tidak pernah kering seperti rejeki para penduduk.
A.    Sistem kepercayaan atau religi
Menurut tradisi dari dulu warga desa dliko indah mengukti tradisi kuno/ masa lalu yang merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang/ yang terdahulu yang meyakini bahwa hidup manusia sudah diaur oleh alam semesta, sehingga mereka menerima segala taqdir yan telah ditetapkan oleh Tuhan YME. Sehingga tidak banyak dari mereka yang bersikap nerimo/ pasrah dengan apa yang telah ditetapkan untuknya.
Orang jawa termasuk warga desa ini percaya apa pun yang dari dahulu telah dibawa oleh nenek moyang, seperti percaya akan kekuatab-kekuatan yang melebi kemampuan manusia yang sering disebut sekti/ sakti, serta percaya adanya makhluk lain didunia ini seperti setan, jin, gendruwo, pocong, kuntilanak, tuyul, dll.
1.      Upacara kematian
yang berisi nama keluarga yang sudah meninggal yang akan dikirimkan doa bersama sama. Setelah semua berkumpul dimasjid Upacara kematian di desa dliko indah yang rata-rata masyarakatnya beragama islam belum bisa meninggalkan tradisi dan budaya jawa tetapi tetap berpegang teguh ajaran islam dalam melaksanakan upacara kematian. Ketika ada tetangga yang meninggal sesegera warga datang kerumah duka untuk memastikan dan membantu persiapan dalam mengurusi jenazahnya. Sesudah janazah tiba dirumah duka atau sudah berada dirumah duka warga segera menurusi jenazah dengan ketentuan syariah islam karena mayoritas warga beragama islam dan dengan memandikan jenazah, mengkafani dan menyolatkan.
Sebelum jenazah dikuburkan biasanya jenazah yang sudah diletakkan diatas keranda di gotong dan semua keluarga berjalan brobosan dibawah keranda selama 3 kali sebagai tanda penghormatan terakhir kemudian modin ( orang yang mengurusi jenazah) akan melempar segenggam beras kuning dan beberapa uang receh ke arah keranda selama 3 kali dan kemudian seorang usztad akan membaca surat sebagai pengiring jenazah sebelum diantar ke makam. Lalu keranda dibawa ke makam atau kuburan denan dipanggul (diletakkan di atas  bahu) dan berjalan dengan membaca al fatihah untuk mengantar ke kuburan. Jenazah dimakamkan dengan keluarga laki-laki yang menguburkan dan jenazah ditutup dengan kayu dan diganjel (di beri) batu dengan bulatan tanah yang besar berjumlah 7 agar tidak miring, lalu modin akan mengucapkan “ sedulurku mbah kasimen tak kandani seumpomo ono seng takok iku malaikat, seumpomo takok sopo pangeranmu jawaben Allah yen takok sopo nabimu jawaben Muhammad yen takok opo kitabmu jawabenAl’Quran”(saudaraku mbah kasimen saya beritahu jika ada yang datang itu malaikat, seumpama bertanya siapa tuhanmu jawab “Allah” jika Tanya siapa malaikatmu jawab “Muhammad” jika Tanya apa kitabmu jawab”Al’Quran”) setelah iu baru dikubur dengan tanah.. Setelah semua selesai masih ada beberapa upacara yang wajib dilakukan yaitu upacara mendhak, upacara nyewu dina, upacara brobosan (mendhak : memperingati 100 hari epat kematian, nyewu dina : 1000 hari, brobosan : penghormatan kepada sanak keluarga kepada keluarga yang meninggal dunia).

1.      Ziarah kubur
Ziarah kubur biasanya dilakukan pada sore hari pada malam jum’at kliwon dan di bulan Sya’ban sebelum bulan puasa dan sebelum hari raya Idhul Fitri. Biasanya warga yang melakukan ziarah kubur membawa buku yasin dan membawa sapu iduk (sapu lidi) lalu membacakan yasin dan berdoa di samping nisan kuburan setelah selesai mereka memulai untuk membersihkan makan dengan mencabuti rumput disamping-samping kubuan dan menyapu dedaunan yang berserakan agar terlihat bersih. Dan memnyirami kburan dengaan air denan makna agar yang berada didalam kuburan adem ayam ( dingin dan tenang ) dan menaburi bunga di atas kuburanya.

2.      Nyadran
Nyadran di desa dliko indah biasanya dilakukan seminggu sebelum bulan puasa di masjid.tradisi yang dilakukan adalah dengan setiap warga pergi ke masjid membawa makanan yang dimiliki dan membawa kertas warga meletakkan makanan yang dibawa ketengah tengah masjid membentuk lingkaran dan menyerahkan nama-nama keluarga yang telah meninggal kepada ustad untuk dibacakan dan dikirimkan doa, tidak lupa sebelum masuk kedalam masjid biasanya warga memerkan sedekah kepada pengurus masjid untuk dikelola dan diberikan kepada yang berhak. Setelah semua warga berkumpul uztad atau yang memimpin akan bersama sama membaca al quran dan surat surat pedek, jika sudah selesai ustad akan membacakan nama nama keluarga yang sudah meninggal diiringi dengan doa dan sholawatan semua warga. Lalu pak ustad akan memberikan sedikit takziah kepada warga dan mendoakan makanan yang telah dibawa warga. Setelah semua rangkaian selesai ibu ibu akan maju ketengah tengah masjid untuk membagi bagi makanan kepada warga dengan rata tetapi biasanya warga yang tidak sabar semua maju kedepan sehingga menjadi royokan makanan (royokan ; berebut), sehingga menjadi tradisi tersendiri dari dulu saat nyadran yaitu royokan makanan. Setelah semua pulang dari masjid di sore hari warga pergi ke makan keluarganya yang telah meninggal dunia untuk bersih bersih makam dan berdoa untuk menyambut bulan ramadhan.

3.      Yasinan ibu ibu dan bapak bapak
Tradisi atau kebiasaan warga desa dliko indah yang lainya adalah yasinan bapak bapak dan ibu ibu pada setiap hari kamis malam atau malam jumat. Kegiatan ini dilakukan rutin setiap minggunya dengan bergilir dari rumah ke rumah setiap minggunya, kegiatan ini dilakukan karena warga percaya bahwa setiap malam jumat arwah keluarga yang sudah meninggal datang kerumah untuk minta didoakan supaya lebih tenang, pengajian bapak bapak dilakukan ditempat yang berbeda dengan pengajian ibu ibu.biasanya setiap warga yang sedang  ditempati pengajian menyediakan makanan dan minuman seikhlasnya atau seadanya apa yang dimiliki keluarga tersebut. Dan setiap 2 minggu sekali setiap malam jumat warga mengaji dimasjid dan penggurus masjid memanggil ulama atau ustad untuk bercramah setelah pengajian bersama. Sedangkan anak anak melakukan tadarus atau membaca al-Quran di masjid.

4.      Khataman putra putri
Kebiasaan yang dilakukan oleh anak anak desa dliko indah sehabis magrib yaitu tadarus atau nderes (nderes : membaca,mengaji) al Quran, dengan didampingi oleh kakak kakak yang lebih bisa atau lebih tinggi ilmu agamanya untuk membimbing tadarus al quran, jika salah satu anak yang sudah khatam al quran atau sudah selesai membaca al quran sampai juz 30 dilakukan khatamul Quran. Qatamul quran dilakukan di masjid tempat biasa anak anak mengaji tetapi dengan semua warga datang ke masjid untuk mendengarkan khataman putra putri dan biasanya mengundang seorang ulama atau ustad untuk memberi ceramah seusai khataman dan biasanya keluarga yang anaknya sedang khataman keluarga membawa beberapa makanan untuk dihidangkan semua warga. Dan jika saat bulan ramadhan pada akhir bulan ramadhan atau sebelum lebaran desa ini mengadakan khataman bersama anak anak.

5.      Pengajian
Pengajian di desa ini biasanya dilakukan setiap hari minggu, diikuti setiap kepala keluarga. Diadakan secara bergiliran atau bergantian sesuai dengan urutan yang sudah ditetapkan sebelumya. Biasanya pengajian setiap minggunya menggundang ustad/ustadzah untuk mengisi ceramah, sholawatan dan zikir bersama. Kegiatan pengajian dilakukan agar warga tetap mendapatkan ilmu dari apa yang telah disampaikan uztad dan bisa lebih baik untuk menjalani hidup. Pengajian ini biasanya diurus oleh anak-anak karang taruna sebaai penanggung jawab.

6.      Kelahiran
a.       Sebelum
Pada bulan ketiga kehamilan ibu mengadakan acara selamatan neloni yang wajib diakukan ibu yang sedang hamil karena warga percaya pada usia kehamilan yang ke tia inilah ALLAH SWT meniupkan ruh si jabang bayi kedalam perut ibunya. Biasanya pada siang hari dilakukan bancakan (memberikan makanan) yang berisi gudangan dan bubur merah putih kepada setiap warga.
Pada bulan ke tujuh dilakukan upacara kehamilan lagi yang disebut mitoni. Upacara ini diharapkan agar kelak bai yang ada didalam perut selalu sehat sampai proses kelahiran dan lahirdengan keadaan tubuh yang utuh. Dan member bancakan kepada waga yang berisi nasi gudangan dan bubur merah putih.
Selanjutnya dilakukan upacara ritual yaitu menyiramkan air yang diambil oleh tujuh orang anggota keluarga dan harus diambil pada tujuh sumber mata air yang berbeda, dan seorang ibu yang hamil juga harus mengganti pakaiannya selama tujuh kali
b.      Sesudah
Biasanya sesudah melahirkan pertama yang dilakukan adalah membawa ari-ari pulang kerumah dan segera menguburkanya,lalu setelah bayi dibawa plang eluarga membuat bancakan yang berisi nasi gudangan dan bubu merah putih dengan tujuan agar bayi yang baru sampai didalam rumah sehat dan nyaman.
Dan seteah bayi berusia tujuh hari tali pusarnya akan terlepas dengan sendirinya dan peristiwa ini disebut puputan. Dan pada hari ketujuh itu juga akan diadakan aqiqah bayi. Yang bertujuan agar bayi selalu sehat dan selamat dan aqiqah bayi wajib dilakukan oleh setiap umat muslim yang memilik anak bagi yang mampu. Saat bayi berusia 35 hari diadakan acara selapanan yaitu memotong rambut bayi oleh sesepuh atau yang dituakan didalam keluarga dan kemudian orang tua bayi serta keluarga besar. Dan dilakukandoa bersama.

7.      Pernikahan
a.       Sebelum
Sebelum dilaksanakan pernikahan biasanya seminggu sebelum acara dilakukan pengajian bersama warga dengan maksud agar kelak acaranya berjalan dengan lancar dan dua hari sebelum acara calon pengantin melakukan seserahan (seserahan : memberikan sesuatu barang kepada calon pengantin) dan tukar cicin atau istilah sekarang disebut tunangan. Dan biasanya setelah itu melakukan pengajian lagi di malam harinya sebagai bentuk rasa syukur. Hari berikutnya calon pengantin melakukan acara siraman yaitu menyiramkan air kembang untuk memandikan calon pengantian dan biasanya pertama kali dilakukan oleh ibu kandungnya dengan maksud memandikan anak nya yang terakhir kalinya sebelum anaknya dibawa oleh calon suaminya dan selanjutnya oleh bapak dan seluruh keluarga besar. Malam harinya diadakan acara midodareni dan biasanya dilakukan di rumah calon pengantin wanitanya. Tujuan dari malam midodareni yaitu untuk petemua keluarga sebelum dilakukan akad nikah. Dan keluarga membuat bancakan yang berisi nasi tumpeng lengkap dengan gudangan dan ingkung, tidak lupa bubur merah putihnya. Dan pada hari acaranya dilakukan ijab Qabul dan dinikahkan oleh bapak orang tua wanita.

b.      Sesudah
            Sesudah semua rangkaian acara selesai masih ada satu lagi acara adat yang wajib dilakukan yaitu sepasaran nganten (keluarga pengantin perempuan dibawa ke rumah pengantin laki-laki). Dan pihak perempuan membawa makanan-makanan khas yang biasanya dibawa saat acara. Sebagai tanda terima kasih.

B.     Sistem Kemasyarakatan
Sejak dahulu warga desa dliko indah masih mempercayai adat istiadat yang diberikan oleh nenek moyang, sehingga kebanyakan warga dliko indah masih membeda-bedakan antara orang priyayi atau orang besar dengan wong cilik (orag kecil atau sederhana) biasanya orang priyayi yaitu golongan orang-orang yang bekerja sebagai pegawai negri, pengusaha, dan kaum terpelajar atau orang terhormat seperti kepala desa, rt, rw, lurah dll. Sedangkan biasanya yang termasuk wong cilik yaitu petani, buruh bangunan, pedagang, dll. Tetapi walaupun masih membeda-bedakan system kemasyarakatanya warga desa dliko indah sejak zaman dahulu masih memegang teguh prinsip gotong royong. Dalam gotong royong inilah warga desa dliko indah tidak membeda-bedakan antara wong priyayi dan wong cilik bagi mereka jika ada yang membutuhkan bantuan berarti mereka wajib ditolong tanpa memandang derajat.
            Kegiatan kemasyarakatan bagi kaum muda ada juga di desa ini yaiu karang taruna. Menurut cerita karang taruna dibentuk dengan tujuan agar kaum muda dapat berorganisasi dan kompak dalam mengurus kegiatan yang berada di desa. Biasanya karang taruna mengadakan kumpulan satu bulan sekali untuk membahas kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk mempereratkan hubungan antara anak muda.( Koentjaraningrat,2002 : 9 )

C.     SISTEM PENGETAHUAN
Sistem pengetahuan di desa ini termasuk sudah berkembang atau bisa dikatakan sudah maju. Saat ini masyarakat desa sangat memprioritaskan pendidikan sebagai sumber ilmu. Warga berlomba-lomba menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya agar kelak hidup lebih mapan dari orang tuanya. Dan mampu mengubah pola pikir masyarakat untuk berkembang. Organisasi rukun warga atau rw juga sudah membangun sekolah bermain atau paud untuk anak-anak usia dini agar bisa bermain sambil belajar. Pengurus paud pun juga dari masyarakat desa ini sendiri yang pendidikannya tinggi agar dapat menajarkan kepada anak-anak kecil. System pembayaranya pun tidak mahal yaitu hanya 10.000 rupiah satu bulan. namun tidak sedikit yang mempunyai pendidikan tinggi.

D.    SISTEM MATA PENCAHARIAN
Rata rata di desa ini system mata pencaharian yang banyak yaitu petani, karena setengah dari penduduk desa mempunyai sawah sendiri dan dikelola sendiri oleh keluarga tersebut. Tetapi tidak semua seorang petani ada juga yang berprofesi sebagai pedagang, buruh pabrik, bangunan, dan PNS, dan perkebunan. Desa ini unggul dibidang pertanian dan perkebunannya karena hasilnya yang sangat melimpah. Warga menggantugkan hidupnya di bidang tersebut, alat alat yang digunakan petani pun masih terbilang belum modern.

E.     SISTEM PERALATAN DAN TEKHNOLOGI
1)      Peralatan masak
Sebagian warga desa dliko indah memasak masih menggunakan peralatan dahulu dan ada juga yang sudah menggunakan peralatan masak yang modern. Seperti halnya ada yang menggunakan kompor gas untuk memasak dan masih ada yang menggunakan pawon untuk memasak alat-alatnya pun masih belum modern seperti Cowek (alat memasak yang terbuat dari batu yang dibentuk seperti piringan halus, yang digunakan untuk ngulek (menghaluskan bumbu). Cowek dipercaya dapat menambah aroma dan rasa sedap pada makanan. Masyarakat kami mempercayai, kalau seorang gadis belum bisa ngulek, berarti dia belum pantas untuk menikah. Karena itu berarti belum bisa memasak untuk suaminya kelak.) Munthu( ulegan, Munthu sendiri juga terbuat dari batu. Apabila cowek adalah alasnya, maka muntu adalah penggilasnya.) Solet (digunakan untuk menggoreng pada wajan.) Serok (alat menggoreng yang digunakan untuk mengangkat gorengan yang sudah matang. Biasanya penuh dengan lubang agar minyak dari gorengan tersaring.) dandang (panci yang digunakan untuk menanak nasi). irus (sendok sayur yang terbuat dari tempurung kelapa).

2)      Nama Makanan
Rata-rata warga desa masih memakan makanan tradisional seperti :
gethuk (makanan dari ketela pohon yang direbus, dihaluskan, dan dicampuri gula pasir) sagu biji dan nagasari yang sama-sama dibungkus dengan saun pisang. Klepon terbuat dari tepung pati yang didalamnya diberi gula jawa dan kelapa. Botok terbuat dari parutan kelapa muda, teri, tomat hijau, lombok hijau yang dibungkus daun pisang kemudian dikukus. Gudangan terbuat dari bermacam-macam sayuran seperti bayam, kol, kacang panjang yang direbus lalu diurap dengan sambal kelapa.

3)      Alat alat bertani
            Karena sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian petani dan alat alat yang digunakan pun terbilang masih sederhana dan ada yang belum modern diantaranya : traktor, sabit, cangkul, clurit, gunting rumput, dan masih menggunakan caping sebagai penutup kepala, gendongan.



4)      Rumah
            Masyarakat desa dliko indah  memiiki rumah dengan berbagai bentuk ada yang sudah modern dengan konsep minimalis dan ada yang masih dari batu bata, ada juga yang masih menggunakan rumah joglo, dan ada pula yang menggunakan papan.

F.      SISTEM KESENIAN
Di desa dliko indah juga memiliki kesenian sendiri yang khas yaitu jaranan atau reog, pemainnya pun biasanya pemain dari anak-anak karang taruna sendiri mereka menciptaan kesenian reog sebagai hiburan untuk masyarakat dan biasanya ada juga desa-desa lain yang memanggil kesenian reog untuk dipertunjukkan. 
Desa ini juga mempunyai kesenian Drambblek yaitu semacam dramband tetapi menggunakan blek atau tong yang bekas dengan iringan nada agar terdengar serasi dan merdu. Drambblek sendiri tercipta karena ide dari anak-anak karang taruna yang senang dengan musik dan ingin menciptakan sesuatu yang unik tetapi yang positif dan disukai oleh masyarakat lainnya.

G.    SISTEM BAHASA
Dalam keshariannya masyarakat desa dliko indah menggunakan bahasa jawa untuk berkomunikasi. Tetapi tidak sembarangan bisa menggunakan dengan bahasa jawa , bila dengan orang tua atau orang yang lebih tua menggunakan bahasa karma dan dengan teman atau orang yang sudah akrab dengan kita biasanya menggunakan bahasa ngoko.



KESIMPULAN :
Nama desa dliko indah diambil dari cerita dahulu sepasang kekasih yang berniat untuk menikah dan sudah membangun rumah tetapi gagal karena salah satu pasanganya mennggal sehingga nama desa  dliko berarti rumah dan  indah  berarti bagus. Sejak dahulu desa dliko indah masih menggunakan system kebudayaan yang dibawa oleh nenenk moyang dan menggunakanya sebagai patokan dalam menjalani kehidupan tetapi tetap mengutamakan Allah SWT. Meneruskan warisan yang dibawa leluhur adalah hal yang harus dilakukan oleh desa dliko indah tetapi sedikit-sedikit sudah dicampur dengan zaman modern sehinga tidak terlalu ketinggalan zaman. Dan saling tolong menolong adalah kewajiban warga desa dliko indah walaupun mereka masih membeda-bedakan anatara wong cilik  dan  priyayi tetapi jika ada yang meminta tolong atau butuh pertolongan mereka menyampingkan perbedaan tersebut untuk menciptakan kerukunan sesama warga. Sebagian warga desa mempnyaimata pencaharian sebagai petani, kaena di desa ini sawah dan perkebunannya sangat luas dan subur, alat alat memasak dan bekerja puyang digunakan sebagian masih menggunakan peralatan dahulu karena mereka percaya hasil yang dihasilkan lebih bagus dan enak dibandingkan menggunakan yang modern. Tidak meninggalkan apa saja kebudayaaan yang ada di desa dliko indah ini dan tetap melestarikannyya tetapi tetap berpegang teguh pada Al’Quran dan As’Sunnah itu lah yang menjadi prinsip dan pegangan teguh setiap warga





DAFTAR PUSTAKA
Koentjaraningrat. 1998. Pengantar Antropologi Pokok-Pokok Etnografi II.                  ABCDJakarta: Rineka Cipta
Koentjaraningrat. 2002. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan
Negoro, Suryo S. Upacara Perkawinan Tradisional Jawa. www.jagadkejawen.com/index.php?option=com_content&view=article&id=7&Itemid=7&lang=id. Diakses: 11 Juni 2015











Read Users' Comments (2)

perubahan pendapatan teori ekonomi mikro



MAKALAH TEORI EKONOMI MIKRO
( PERUBAHAN PENDAPATAN )
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah teori ekonomi mikro
Dosen pengampu : Dr. Anton Bawono, M.Si.






Disusun Oleh :
  1. Anis Setiyani ( 213-14-056 )


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN ) SALATIGA
FAKILTAS EKONOMI BISNIS ISLAM S1






BAB I
PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG
Pendapatan merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu masyarakat meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Pendapatan adalah total penerimaan yang diperoleh pada periode tertentu. Dapat disimpulkan pula bahwa pendapatan adalah sebagai jumlah penghasilan yang diterima oleh pada anggota masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atau faktor-faktor produksi yang telah disumbangkan. Mengingat konsep pertumbuhan ekonomi sebagai tolak ukur penilaian Pendapatan dan. Pertumbuhan ekonomi sudah terlanjur diyakini serta diterapkan secara luas, maka kita tidak boleh ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha mempelajari hakekat dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebut. Oleh karena itu mempelajari pendapatan adalah hal yang sangat penting bagi kita semua, karena para ekonom dan politisi dari semua negara, baik negara-negara kaya maupun miskin, yang menganut sistem kapitalis, sosialis maupun campuran, semuanya sangat mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan ekonomi (economic growth).
Pendapatan menjadi aspek yang sangat penting dari setiap bentuk usaha. Di Negara kita ini, berbagai sektor usaha seperti pertanian, perkebunan, industri, pariwisata, perbankan dan masih banyak sektor yang lain berlomba-lomba menghasilkan pendapatan yang tinggi guna menghidupi usaha yang mereka jalani agar tetap bisa bertahan. Di lain sisi, kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh berbagai sektor tersebut juga akan memberikan pendapatan bagi Negara.




2.      RUMUSAN MASALAH
1)      Apakah yang dimaksud dengan pendapatan ?
2)      Berasal darimana sajakah sumber pendapatan ?
3)      Bagaimanakah peningkatan pendapatan terhadap pembelian barang?
4)      Apa yang terjadi  pada elastisitas pendapatan ?

3.      TUJUAN
1)      Mengetahui  pengertian pendapatan
2)      Mengetahui sumber pendapatan
3)      Mengetahui dampak dari kenaikan pendapatan terhadap pembelian
4)      Mengetahui  presentasi perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan pendapatan pada elastisitas pendapatan

















BAB II
PEMBAHASAN

1.      PENGERTIAN
Pendapatan adalah total penerimaan yang diperoleh pada periode tertentu. Dapat disimpulkan pula bahwa pendapatan adalah sebagai jumlah penghasilan yang diterima oleh pada anggota masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atau faktor-faktor produksi yang telah disumbangkan.

2.      SUMBER PENDAPATAN :
a.       Transaksi modal yang mengakibatkan adanya tambahan dana yang ditanamkan oleh pemegang obligasi dan pemegang saham.
b.      Laba dari penjualan aktiva yang bukan berupa produk perusahaan seperti aktiva tetap, surat berharga atau penjualan anak/cabang perusahaan.
c.       Hadiah , sumbangan atau penemuan.
d.      Penyerahan produk perusahaan, yaitu aliran hasil penjualan produk.












3.      Peningkatan Pendapatan terhadap Pembelian Barang
                                                                              P          : Price (Harga)
                                    A         : Keseimbangan konsumen 1
                                    B         : Keseimbangan konsumen 2
                                    I           : Income (Pendapatan)
                                    Q         : Quantity (Jumlah)

                 Bila pendapatan rata-rata masyarakat meningkat maka akan menggeser kurva permintaan kearah kanan artinya dengan adanya kenaikan pendapatan jumlah barang yang diminta pada tingkat harga tetap akan semakin banyak.
                 Pendapatan yang awalnya I1 dibelanjakan barang dengan jumlah Q1 pada tingkat harga P1. Ketika pendapatan naik menjadi I2 maka dapat dibelanjakan barang dengan jumlah Q2 pada tingkat harga tetap. I1, I2 semua paralel yang menandakan bahwa yang berubah hanya pendapatan, bukan harga relatif barang Q.



4.      Pengaruh Perubahan Pendapatan Konsumen terhadap Keseimbangan Konsumen

ICC menggambarkan kombinasi produk yang dikonsumsi untuk memberikan kepuasan (utilitas) maksimum kepada konsumen pada berbagai tingkat pendapatan (menggambarkan bagaimana konsumen bereaksi terhadap pendapatan, seandainya harga-harga relatif tetap). Kenaikan pendapatan di mana rasio harga relatif tetap akan menggeser garis anggaran ke kanan sejajar dengan garis anggaran sebelumnya. Pergeseran garis anggaran tersebut akan menggeser titik keseimbangan konsumen. ICC merupakan garis yang menghubungkan berbagai titik keseimbangan konsumen pada berbagai tingkat pendapatan.
Penurunan ICC adalah kurva Engel. Kurva Engel menunjukkan beragam jumlah barang yang dibeli pada tingkat pendapatan yang berbeda (hubungan antara jumlah pendapatan konsumen dengan jumlah permintaan barang yang dikonsumsi). Misalnya kurva Engel barang X, menunjukkan jumlah barang X per satuan waktu yang ingin dan sanggup dibeli konsumen pada berbagai pendapatan yang diperolehnya.

5.      ELASTISITAS PENDAPATAN
                 Pada banyak individu, masyarakat maupun sebuah negara bila terjadi perubahan pendapatan (ceteris paribus) akan mempengaruhi jumlah barang yang diminati. Elastisitas pendapatan adalah presentasi perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan pendapatan (income) riil konsumen sebesar 1%.

                            Es    =           x


Keterangan :
                 ∆Q  : Perubahanjumlahpenawaran
                 P   : perubahan harga barang
                 P      : harga barang mula-mula
                 Q     : jumlah penawaran mula-mula
                 Es      : elastisitas penawaran


Besaran
Pengaruh kenaikan pendapatan
Pengaruh penurunan pendapatan
Jenis barang
Es < 0
Jumlah barang yang di minta turun
Jumlah barang yang diminta naik
Inferior
0 < Es<1
Jumlah barang yang di minta naik dengan % yang lebih rendah
Jumlah barang yang diminta turun dengan % yang lebih rendah
Kebutuhan pokok
Es > 1
Jumlah barang yang diminta naik dengan % lebih tinggi
Jumlah barang yang diminta turun dengan % lebih tinggi
Mewah


Contoh soal :
Sebuah rumah tangga berpenghasilan Rp 100.000,- membeli gula 10 kg setiap bulannya. Pada waktu penghasilannya naik menjadi Rp 150.000,- perbulan konsumsi gulanya naik menjadi 12kg. Elastisitas (titik) pendapatan dari permintaan gula rumah tangga tersebut adalah......

Penyelesaian
Es                         =       x
Es                         =       x
                            =      0,4 %

Karena kurang dari 1 indeks 0,4 maka Es < 1 (in Elastisitas) yang berarti bahwa adanya perubahan pendapatan sebesar 1% akan mengakibatkan jumlah barang yang dibeli sebesar 0,4%.
                           

6.      MACAM MACAM BARANG APABILA PENDAPATAN BERUBAH
a.       Barang Inferior
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. Apabila pendapatan bertambah tinggi maka permintaan terhadap barang inferior akan berkurang. Contoh: ubi kayu akan diganti oleh beras jika pendapatan naik.




b.      Barang Normal
Barang normal adalah barang yang apabila terjadi perubahan pendapatan tidak akan mengurangi atau menambah permintaan terhadap barang ini. Contoh : sembako, peralatan rumah tangga.


c.       Barang Mewah
Jenis barang ini dibeli apabila orang berpendapatan menengah ke atas atau tinggi. Contoh: mobil

d.      Barang Giffen
Salah satu barang yang bertentangan dengan hukum permintaan, semakin tinggi harga barang giffen, jumlah yang diminta akan semakin tinggipula. Sebaliknya jika harga barang giffen rendah, permintaannya akan turun.
Contoh dari barang jenis ini adalah makanan pokok berkualitas rendah ( Staple food ) seperti singkong, gaplek, dan sebagainya. Permintaan akan barang giffen ini didorong oleh kemiskinan yang membuat konsumen tidak mampu membeli barang yang lebih berkualitas.





7.      Efek Substitusi dan Efek Pendapatan
                        Efek Substitusi adalah perubahan konsumsi pangan yang diasosiasikan dengan perubahan harga pangan dengan berpegang pada tingkat utilitas yang konstan. Efek substitusi meliputi perubahan dalam konsumsi pangan yang terjadi akibat perubahan yang membuat pangan relatif lebih murah daripada sandang.
                        Efek Pendapatan adalah perubahan konsumsi pangan yang disebabkan oleh peningkatan daya beli, dengan harga relatif konstan. Penurunan harga suatu barang menyebabkan pendapatan riil bertambah, dan hal ini akan mendorong konsumen menambah jumlah barang yang dibelinya. Akibat dari perubahan harga terhadap pendapatan ini disebut efek pendapatan.
                       
                        Penurunan harga pangan berdampak baik pada pendapatan dan substitusi. Konsumen semula berada pada A pada garis anggaran RS. Ketika harga pangan turun, konsumsi meningkat sebesar F1 ke F2 pada waktu konsumen bergerak ke B. Efek Substitusi F1 ke E (diasosiasikan dengan gerakan dari A ke D) mengubah harga relatif pangan dan sandang, tetapi membuat pendapatan riil (kepuasan) konstan. Efek Pendapatan E ke F2 (yang dihubungkan dengan gerakan dari D ke B) menjaga harga relatif konstan tetapi meningkatkan daya beli.
BAB III
PENUTUP

Pendapatan adalah total penerimaan yang diperoleh pada periode tertentu. Dapat disimpulkan pula bahwa pendapatan adalah sebagai jumlah penghasilan yang diterima oleh pada anggota masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atau faktor-faktor produksi yang telah disumbangkan. Faktor yang mempengaruhi pendapatan. Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah adalah Barang inferior, barang normal, barang mewah. Perubahan pendapatan (ceteris paribus) akan mempengaruhi jumlah barang yang diminati. Peningkatan pendapatan juga mempengaruhi elastisitas pendapatan. Elastisitas pendapatan adalah presentasi perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan pendapatan (income) riil konsumen sebesar 1%.
                        Semoga makalah ini bermanfaat untuk para pembaca, apabila ada kekurangan dari penulis dalam penyajian makalah ini mohon kritik dan sarannya.













DAFTAR PUSTAKA

Kunawangsih Pracoyo, Tri. Aspek Dasar Ekonomi Mikro. 2006. Jakarta : PT Grasindo
Sugiarto, Tedy Herlambang, Brastoro, dkk. 2002. Ekonomi Mikro. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama



















PERTANYAAN
  1. Ratna Endah Nawangsih (213-14-061)
Berikan analisis Es = 0,4 %
Jawaban :
Indeks 0,4 maka Es < 1 (in Elastisitas) yang berarti bahwa adanya perubahan pendapatan sebesar 1% akan mengakibatkan jumlah barang yang dibeli sebesar 0,4%.

  1. Bapak  Anton
Berikan contoh lain dari barang giffen
Jawaban :
Pakaian bekas
Apabila harga pakaian bekas yang ditawarkan tinggi maka permintaan akan barang ini juga tinggi. Mengapa? Karena konsumen berpikir dengan harga yang tinggi kualitas barang tersebut juga baik walaupun pakaian bekas.

Read Users' Comments (1)komentar